Selasa, 10 Februari 2015

SERU NYA JALAN-JALAN KE TUGU KATULISTIWA


Kira-kira sebulan yang lalu saya dan suami pergi mengunjungi tugu katulistiwa. Sebagai seorang pendatang baru yang baru saja tinggal di pulau borneo ini wajar klo rasa penasaran akan tempat wisata serta tempat-tempat yang unik di pulau ini khususnya kalimantan barat menjadi hal yang menarik. Setelah sholat dhuhur kami bergegas untuk bersiap-siap ke tugu katulistiwa di Pontianak.  Dari lanud supadio pontianak kalimantan barat tugu ini berjarak kira-kira 30 km... tepatnya di kota Pontianak.   Perjalanan yang kami tempuh kira-kira 1,5 jam. Cuaca di siang itu mendung dan beberapa waktu kemudian hujan pun turun dengan derasnya. Karena kami pergi ke tugu khatulistiwa dengan mengendarai motor jadi kami pun berteduh disebuah warung kecil hingga sejam lamanya. 

karena baru pertama kali saya berkunjung ke tugu katulistiwa di daerah.  ini rasanya jauh sekali.

Perjalanan akhirnya mencapai tujuan ...akhirnya sampai juga aku pada titik dimana tempat yang namanya Equator dunia, di titik 00,00 derajat.
lelahnya perjalanan kini berganti dengan rasa lega yang menyeruak di hati.....Katulistiwa aku dataaaaaang....




Inilah salah satu keunggulan dari letak geografis Indonesia. Sepertinya semua anugerah diturunkan tepat di tanah-air kita ini. Seandainya bumi dibagi menjadi dua bagian utara dan selatan, maka kota Pontianak persis berada di tengah-tengah belahan tersebut. Maka sebagai penanda, dibangunlah sebuah tugu yang dinamakan Tugu Khatulistiwa atau Equator MonumentTugu Khatulistiwa merupakan salah satu tugu yang didirikan pada 31 Maret 1928 oleh rombongan ekspedisi internasional yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik atau tonggak equator di kota Pontianak. Berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.Tugu yang merupakan ikon kota Pontianak ini dibangun untuk menandai garis khayal pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk kembali menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan  menggunakan Global Positioning System (GPS).
Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini.Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir.Menariknya, tugu yang bertuliskan “EVENAAR” sepanjang 2,11 meter ini adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yaitu fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis Khatulistiwa. Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa titik kulminasi tersebut, bayangan Tugu akan menghilang beberapa detik saat terkena sinar matahari, demikian juga dengan bayangan-bayangan benda-benda lain di sekitar tugu. Peristiwa tersebut berlangsung dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September. Maka tak heran jika pada waktu tersebut tugu ini banyak dikunjungi.
Peristiwa kulminasi ini hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, Equador, Peru, Columbia, dan Brazil. Namun dari semua negara yang mengalami peristiwa alam tersebut, hanya satu yang benar-benar dilintasi oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak, Indonesia. Bangunan tugu terdiri dari empat buah tonggak kayu belian atau kayu ulin (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 m dengan ketinggian tonggak bagian depan setinggi 3,05 m dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 m.



Adapun bentuk dari tugu ini telah mengalami perubahan sebanyak empat kali yaitu:
  • Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
  • Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah.
  • Pada tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat di dalam gedung.
  • Pada tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

SUMBER :http://www.wacananusantara.org/tugu-khatulistiwa-di-pontianak/

Senin, 02 Februari 2015

Roti Gulung Suji

Roti gulung suji..

Bahan A/ lapisan hijau

1. 13 lembar roti tawar tanpa kulit disobek2
2. 3 butir telur
3. 3/4 gelas gula pasir
4. 1 gelas perasan air daun suji
5. 1 gelas santan kental

Bahan B

1. 1 gelas tepung trigu protein sedang
2. 4 butir telur
3. 1 sdm sp
4. 3/4 gelas gula pasir

Cara membuatnya;

1. Bahan A dibuat terlebih dahulu.. kocok gula &telur hingga kaku
2. Setelah itu masukan roti, air daun suji,dan santan secara bergantian. Mixer dg kecepatan rendah
3. Bagi adonan mnjdi 2 mangkuk(resep utk 2 gulung roti)
4. Kukus pada loyang yg telah dialasi plastik
5. Bahan b: gula telur &sp dikocok hingga kaku setelah itu masukkan tpung trigu. Mixer& bagi mnjdi 2 sprti halnya no 4.
6. Setelah lapisan pertama/lapisan hijau sdh setengah matang masukan adonan putih diatas lapisan hijau&ratakan
7. Kukus hingga matang
8. Stelah matang gulung sprti menggulung kue gulung
9. Biarkan dingin&masukkan ke almari es. 
10. Setelah dingin hasily nanti akan padat&kenyal siap ditiriskan. 
Kue ini bisa bertahan hingga 3 hari dg cara disimpan di kulkas.. untuk 1 resep hasily 2 gulung roti & klo diiris kurleb mnjadi 30 biji.  

Roti ini bisa juga dibikin diloyang persegi panjang dan dibikin 2 lapis dengan terigu yang diganti dengan gandum. Seperti yg dibikin mbak dyah di donderdag entah kota di negara mana ini. Yang jelas beliau memodifikasi resep ini dengan caranya.. cantik kan....
Selamat mencoba bunda.......

Minggu, 01 Februari 2015

Donat empuk

  Ketimbang saya lupa resepy mending ditaruh sini aja resepnya nanti klo bikin tinggal buka file..
Resep donat empuk..
Bahan:
500 gr tepung protein tinggi
2 butir telur
50 gram butter
20 gram susu bubuk
2 sdt fermipan
200 ml air es
Cara
1. Campur smua bahan kecuali air es. Uleni adonan dg air es sdikit demi sedikit, kurang lebih 20-30 menit hingga kalis. Cirinya adonan mengkilat dan tidak menempel pada tangan.
2. Diamkan adonan hingga 40 menit dengan ditutup serbet basah
3. Setelah adonan 2x mengembang timbang adonan kira2 50 graman. Setelah itu diamkan lgi sekitar 20 menit. Jangan terlalu lama utk mengetes ragi masih bekerja atau tidsk, tekan-tekan adonan klo tidak kembali berarti ragi masih bisa bekerja.
4. Setiap bulatan adonan tadi ditekan2 kemudian dibentuk dg membuat lubang ditengahy. Setelah itu diamkan lgi 20 menit
5. Donat siap digoreng dan jangan membolak baliky cukup sekali saja membaliky dan jangan diputar2.. jika adonan sempurna nanti pada tengahy akan trbentuk cincin
6. Dinginkan dan jika akan dihidangkan esoky masukkan plastik agar donat tetap empuk.
7. Hias donat dan donatpun siap disajikan..
Dijamin donaty empuk gak klah dg do*u*kin doug*nut. Bisa tahan 3 hari an...
Ayo bikin sista bunsay...